Sore ini,pas lagi seremoni pembersihan wajah alias facial,aku inget suatu hari sekira dua tahun silam. Waktu itu juga hari Minggu. Aku ada di kantor,proyek sedang sibuk-sibuknya. Stres berat dan waktu itu aku belum selegowo sekarang. Jadi ya masih jiwa anak kuliahan banget gitu deh. Gampang stres. Tiap hari ngabisin duit buat nonton atau jalan dan pastinya makan. Sampai suatu minggu itu,aku angkat telfon kantor dan aku hubungi nomer seorang psikiater. Cuma gara-gara lingkungan kerjaku.Oh My Lord, kalau inget sekarang. Hahaha,jadi geli.Lalu setelahnya,ada lagi sesi labil. Aku ke terapi psikologi dengan hipnotic. Waktu itu,aku masih berhubungan dengan dia (udah mantan, ga perlu disebut namanya). Ada ancaman orang ketiga,sampai aku mikir stres sendiri. Waktu itu ga kepikir buat tegas putus aja sama dia gitu. Mikirnya cuma dia dan aku satu. Hahaha,itu juga amat menggelikan.
Kalau ingat lagi sekarang,kejadian demi kejadian yang sukses aku lewati tadi ternyata hal sepele ya. Dan aku cenderung sendirian buat ambil keputusan soal langkah yang aku ambil.
Makanya ngefek banget rasanya karena engga pernah di share. Jarang diobrolin sama orang lain. Dan biasanya pura-pura all is well itu ga enak banget.
Ya gitu deh,cuma share aja.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Minggu, 01 April 2012
Hari Ini Saja
Lalu waktu matahari menjelang,aku sudah harus berpikir tentang kedatangan matahari pada jelang yang lain.
Kening berkeriut,menjumlahkan angka yang sejak akta tercetak,tak mau berhenti bergerak.
Ah,aku pusing. Kadang juga ragu.
Apa yang akan kulakukan saat matahari senja menyambangiku.
Menyapaku buat bertanya.
Apakah aku melakukan sesuatu pada semesta.
Atau hanya diam menunggu hingga Tuan menghentikan putaran angka.
Hmmm.
Tak paham lagi.
Ini seperti permainan ular tangga.
Berputar,tak berhenti.
Hari ini saja.
Itu cukup.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Kening berkeriut,menjumlahkan angka yang sejak akta tercetak,tak mau berhenti bergerak.
Ah,aku pusing. Kadang juga ragu.
Apa yang akan kulakukan saat matahari senja menyambangiku.
Menyapaku buat bertanya.
Apakah aku melakukan sesuatu pada semesta.
Atau hanya diam menunggu hingga Tuan menghentikan putaran angka.
Hmmm.
Tak paham lagi.
Ini seperti permainan ular tangga.
Berputar,tak berhenti.
Hari ini saja.
Itu cukup.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Langganan:
Postingan (Atom)