Dulu ga pernah percaya sama pernyataan diatas. Yaiyalah. Gimana kita bisa tau. Dasarnya manusia yang ga sabaran dan udah mikir ga enaknya duluan,makanya pernyataan diatas kayak impossible banget.
Tapi. Tapi. TAAAPII. Itu salah.
Seandainya manusia bisa lebih sabar dan tetap mikir bahwa Tuhan akan selalu menetapkan segalanya pada waktunya, pasti ga akan ada manusia sembrono dan suka galau seenaknya. Jangan selalu pakai logika. Meski waktu adalah zat yang ga nampak, ga semua hal yang ga nampak itu ga eksis.
Aku membuktikan pernyataan diatas.
Dulu medio 2009,aku pengen banget nikah dengan seorang pria dari Jawa Timur. Beuh,itu pengennya sampe bikin orang tua bingung. Posisiku waktu itu masih as a nomaden engineer. Dan dia di Surabaya. Kebayang kan gimana rungsingnya hubungan yang sudah jelas ga paten itu?Trus pengennya adalah stay di Jogja. Hahaha,kalo inget itu,ketawa sampe pengen pipis deh. Mati-matian diperjuangin,akhirnya putus juga.
Lalu ketemulah dengan calon suami sekarang. Kasusnya sama. Cuma kali ini,ga banyak harapan. You know, menghindari patah hati. Jadi dia juga kerjanya berpindah-pindah. Nomaden. Sering resign. Sering diluar Jawa. Aku juga begitu. Baru resign. Menyusun kembali karir di lokasi baru. Tidak sekota dengan si dia.
Bingung setengah mati kalau ditanya gimana kalau nikah nanti. Bayangannya cuma satu. Nikah dan pisah kota. Nikah dan usaha kotanya deketan. Nikah dan entahlah bagaimana.
Tapi berhubung pengen melangsungkan pernikahan. Melegakan orang tua. Ibadah menyempurnakan separuh agama, ya diniatin. Walau uang mepet. Keadaan tidak memungkinkan untuk menabung karena saking seringnya pindah kerjaan. Suer,awal tahun lalu saat ide menikah ini digulirkan, kami tidak tahu apa yang harus dilakukan karena keadaan ini. Dan saat prosesi lamaran pun, kami tidak tahu akan bagaimana keadaan ini.
Tapi betul-betul keajaiban Tuhan. Allah itu Maha Baik. Meski kami sudah terlalu banyak dosa,tapi Allah tetap baik pada kami dan mencukupkan semuanya buat kami.
Percaya ga percaya.
Iya,kami masih kekurangan uang, tapi entah,kami tidak khawatir dengan kekurangan uang di masa depan.
Iya,kami belum punya rumah dan belum ada bayangan dimana rumah permanen kami nanti.
Iya kami belum punya bayangan tentang bagaimana rasanya membentuk keluarga.
Tapi aku yakin,satu per satu pertanyaan diatas akan terjawab pada waktunya karena :
Saat aku ragu tentang bagaimana kami menyatu, Allah membuka rejeki kami dengan membuat aku pindah menetap di sebuah kantor yang sudah lama aku ingin bekerja didalamnya,menetap dan tidak ada kemungkinan nomaden lagi. Lalu saat aku ragu bagaimana aku bisa serumah dengan suamiku,Allah membukakan kembali pintuNya dan membuat calon suamiku kini bekerja menetap di kota yang sama denganku.
Saat aku akan menikah, orang tuaku telah siap karena adikku juga sudah hampir menyelesaikan pendidikannya. Orang tuaku sedang dalam puncak karir mereka di usia baya.
Saat aku akan menikah, teman-temanku juga sudah menikah. Sehingga aku bisa belajar dari mereka.
Saat aku akan menikah, aku merasa aku lebih dewasa dan kuat untuk berjalan jauh bersama orang asing yang akan menjadi imamku nanti.
Saat kita menuju pernikahan, Allah mengutus para malaikatNya untuk membantu kita :)
Itulah kenapa Semua Selalu Tepat Pada WaktuNya.
:)
Jalani saja. Quote dari calon suami.
Selasa, 10 September 2013
Persiapan Pernikahan (1)
Wow. Hari menjadi isteri makin dekat. Hari menjalani keutuhan agama makin dekat. Hari menjadi manusia yang menyatu makin dekat. Persiapan apa aja sih?
1. Persiapan Gedung
Ini sudah dilakukan sejak akhir Maret. Gedungnya cukup murah. Seharga Rp.1.300.000. Di Museum Wayang Kekayon Yogya. Itu konon museum milik keluarga besar Roy Suryo. Ahay hahaha. Makanya puasa mencela Roy Suryo,termasuk waktu doski salah ucap lirik. Toh dia manusia. Dimaklumi lah yaa..Emang yang nyela itu hapal gitu?? Lah kok jadi ngebahas doski sih. Gedungnya cukup eksotis loh. Trus sesuai sama keinginan masa lalu buat menikah tidak di gedung tertutup.
1. Persiapan Gedung
Ini sudah dilakukan sejak akhir Maret. Gedungnya cukup murah. Seharga Rp.1.300.000. Di Museum Wayang Kekayon Yogya. Itu konon museum milik keluarga besar Roy Suryo. Ahay hahaha. Makanya puasa mencela Roy Suryo,termasuk waktu doski salah ucap lirik. Toh dia manusia. Dimaklumi lah yaa..Emang yang nyela itu hapal gitu?? Lah kok jadi ngebahas doski sih. Gedungnya cukup eksotis loh. Trus sesuai sama keinginan masa lalu buat menikah tidak di gedung tertutup.
2. Persiapan Catering dan Dekorasi
Wah ini agak mengalami hambatan. Awalnya Ibu nemu katering Lisandra yang cukup kesohor. Jadi kita sepakat untuk pakai Lisandra buat katering dan dekorasi. Penemuan ini juga terjadi pada bulan Maret 2013. Lalu sekitar sebulan lalu,Ibu mengubah rencananya dengan memesan katering ke Shinta yang terkenal enak dan riasan plus dekorasi ke Mbak Febby. Hahaha. Perhitungan berubah!! Kayak Supermen dapet panggilan darurat.
3. Persiapan Dunia Kain
Hadeeeh. Ini bener-bener bikin gila. Beli kain di Jalan Solo, panas-panas jam 12 siang. Naik motor sama ibu. Pas Puasa. Berkah banget deh. Langsung dapat. Dan saat Lebaran,dititipkan ke calon misua buat dibagikan ke saudara di tempat dia.
4. Persiapan Rias
Kalau soal ini,saya lebih memilih ikut adat. Simpel,bisa sewa,dan berkesan. Cuma baju akadnya memang jahit sendiri buat kenang-kenangan. Kayak begini deh kira-kira baju adatnya. Kanigaran kalo ga salah namanya. Ini ilustrasi aja sih hehehe..Modelnya ga tau,ga kenal :p Oh ya,riasnya teteup ke Mbak Febby.
5. Persiapan Undangan dan Souvenir
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrgh. BELUM DISENTUH. JANGAN DIBAHAS DULU
6. Persiapan Seserahan
Hmmm. Entah kenapa pandanganku lain ya soal seserahan ini. Kan menurut adat,seserahan itu adalah simbol bahwa suami nanti akan bertanggung jawab pada isteri mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Lalu untuk isinya, di kebanyakan pengantin, adalah baju,jilbab (muslim), alat make up, seprei, sepatu,tas,baju dalaman,ya begitulah. Yang harganya bisa sampai total 10 juta. Man, 10 juta itu bukan uang yang sedikit. Buat aku, seserahan yang aku pilih bukan cuma soal simbol,tapi makna. Aku bisa beli tas,sepatu dan alat make up sendiri. Dan kemungkinan besar,barang itu tidak akan bertahan lama selama harapan perkawinan akan berlangsung. Misal,make up. Make up cuma bisa dipakai maksimal sampai dua tahun setelah dibuka. Tas , sepatu dan baju akan aus. Bagaimana kalau simbol ini diganti. Jadi si suami menjaga isterinya dengan memberikan ia ilmu pengetahuan dan simpanan. Kemarin aku beli alat mandi seharga 10 ribuan dan beberapa buku. Alat mandi bisa kupakai berdua dengan suami. Buku bisa menjaga ilmu kami tentang pernikahan. Lalu ada baju dalam, simbol bahwa seks itu juga akan menjaga rumah tangga kami. Ada sepatu,simbol aku ikut membantu suami mencari nafkah. Juga ada mukena, simbol keimanan. Itu saja.
Selebihnya,calon suamiku akan membekalinya dengan yang tidak akan aus dimakan waktu.
Berlanjut nanti...
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)
.jpg)