Selasa, 18 Juni 2013

Kandang Babi

Demo kenaikan BBM tanggal 18 Juni kemarin di depan gedung DPR di Senayan itu diwarnai aksi coret dinding gedung sisi luar. Saya sempat melintas saat sore hari dan mengiyakan coretan-coretan itu. Tulisan yang dicoretkan diantaranya "Ini kandang babi" lalu ada beberapa kalimat makian juga. 

Saya mengangguk didalam busway yang penuh sesak. Tertawa dalam hati,dan pasti raut muka saya geli. Pemerintahan memang sepertinya patut disumpahserapah. Rakyat yang mulai pintar sebenarnya cuma ingin melihat pembuktian dalam jangka pendek,yaa 4-5 tahun kabinet sih seharusnya jadi waktu yang pas untuk menyaksikan perbedaan dan perubahan. 

Ya cuma itu yang kita pengen tahu. Semua warga negara yang bekerja di pemerintahan punya porsi untuk sekolah keluar negeri atas biaya negara dan beasiswa,beasiswa yang khusus buat pegawai negeri. Lalu pejabat hilir mudik studi banding keluar negeri,bahkan sampai ke negeri yang bentuk dan kasusnya tak ada mirip-miripnya dengan Indonesia. Kita pengen tahu perubahan yang dihasilkan dari situ.

Tapi tidak ada. Nihil, dan kita marah. Dan perubahan makin memburuk. Pemerintah menjerat leher rakyat dan mereka makin kaya, makin kaya dan semakin kaya. Kemiskinan terbentuk di sudut-sudut bangunan megah di Jakarta. Indonesia adalah Jakarta, Indonesia adalah Jawa,dan tidak lain.

Kotor,penuh,sempit,bau dan...seperti kandang babi.

Senin, 10 Juni 2013

Mudahnya Melihat 'Malaikat'

Buat sebagian besar orang, wajah rupawan seorang manusia itu diibaratkan perwakilan wajah malaikat. Mudah bagi pemilik wajah ganteng atau cantik mendapat julukan "senyumnya, matanya, kerlingnya,bahkan gigi gingsulnya bagai malaikat". In fact, belum pernah ada yang pernah mampu melihat malaikat,yang memang terbuat dari cahaya itu.

Sebuah kisah menyatakan betapa mudanya bagi seorang wanita cantik menemukan pria yang mencintainya hanya karena wanita tersebut amat cantik. Wanita tersebut adalah seorang pramugari yang tewas dalam kecelakaan pesawat Sky Aviation di Gunung Salak. Sang pria hingga kini masih terus mengingat sang gadis sebagai wanita berparas malaikat. Pendapat yang sama juga kemungkinan besar diungkapkan oleh suami Maudy Koesnaedi, atau Dian Sastro, kekasih Sandra Dewi atau mungkin siapapun wanita berparas cantik kategori saat ini.

Amat mudah untuk melihat sosok yang dianggap malaikat dalam diri wanita atau pria berparas rupawan. Meski mayoritas tingkahnya belumlah mampu memenuhi kuota untuk disebut bersifat malaikat, menurut agama.

Mudah sekali melihat sosok malaikat dalam wanita berambut panjang,yang dikibaskan sesuai pandangan lelaki. Mudah sekali bagi pria untuk  mengakui telah jatuh cinta pada malaikat. Bahkan sulit bagi pria untuk melepaskan sosok semacam itu meski disisinya telah ada wanita lain yang Tuhan ciptakan. Seakan para pria lupa bahwa Tuhan juga menciptakan manusia lain selain sosok yang diagungkan pria sebagai malaikatnya.

Seseorang berkata padaku pada sebuah sore. Ia mengeluh betapa sulit baginya menemukan pria yang menerimanya, berbeda dengan temannya yang tampak sempurna. Oh Tuhan, sakit hatiku mendengar ia mengatakan hal itu.

Pada sebuah sisi aku mengenalnya, yang ia lakukan hanyalah usaha untuk membahagiakan orang tua dan saudara-saudaranya. Buatku ia adalah malaikat yang ada dalam hati manusia. Ia memakai jilbabnya, ia berusaha untuk melakukan apapun mengikuti keinginan terakhir orang tuanya, untuk menikah. Dan tidak ada satupun pria melihat malaikat dalam dirinya.

Semua mata pria tertuju pada sosok yang menurut pandangan mata manusia adalah sempurna, bak malaikat.

Semua buku menyatakan pria adalah makhluk visual, dan itu kemudian melegalkan pandangan bahwa wanita sudah seharusnya berpenampilan cantik demi menarik mata pria.
Segala cara ditempuh. Produk kecantikan laris. Salon pelangsingan diserbu. Rupiah melayang bebas.

Mengapa wanita mudah sekali menemukan malaikat dalam diri pria dengan visualisasi terburuk sekalipun. Sementara sulit bagi pria untuk menemukan malaikat dalam diri wanita paling kusam sekalipun.


Penjelasan bahwa pria adalah makhluk visual adalah akal bulus. Dan penjelasan bahwa wanita makhluk yang mudah luluh adalah omong kosong.

Sifat Malaikat itu ada dalam diri kita sendiri. Tidak bisa dilihat. Hanya bisa dirasakan.